1. Kondisi Baterai
Mulai dari baterai dulu, karena ini adalah item atau komponen yang harganya mahal dan termasuk mudah rusak. Menjaga kondisi baterai juga dalam kategori perawatan, karena meliputi mengisi daya sesuai anjuran, tidak sering membiarkan baterai habis 0%, tidak sering mengisi sampai 100% jika tidak diperlukan, prosedur aman menghubungkan charger dari listrik dulu baru dicolokan ke motor bukan sebaliknya, memastikan kestabilan listrik rumah saat mengcharger (tidak sedang dalam kondisi tegangan rendah atau tidak stabil), charger yang layak, kabelnya tidak rusak apalagi putus yang menyebabkan aliran turun naik atau tidak masuk sama sekali, menghindari penggunaan dalam waktu yang sangat lama tanpa diberi waktu istirahat (suhu sudah terlalu panas tapi masih dilanjut), menggunakan charger yang sesuai.
Di bilang perawatan tapi lebih tepat jika disebut sebagai mengafiki. Bertujuan untuk merawat motor listrik agar tidak ada keluhan atau mengharuskan ganti baterai karena drop, apalagi baru beli atau masih terhitung baru beberapa bulan sejak beli. Loh? baru beberapa bulan masa iya baterai bakal rusak? Tujuannya perawatan mengusahakan agar awet.
Seperti orang di luaran, menggunakan baterai yang itu-itu aja hingga mampu menempuh jarak 15000km/jam dalam waktu 3 tahun atau 5 tahun, bukannya itu yang disebut awet? Maka tidak akan lepas dari praktik yang kita sebutkan di atas.
Tidak hanya sebatas yang disebutkan, meliputi juga pengecekan termasuk:
Kesehatan baterai: pantau melalui indikator atau aplikasi bawaan dan perhatikan jika ada penurunan performa yang tidak biasa.
Kapasitas yang tersisa: cek secara berkala apakah jarak tempuh masih kurang lebih sama kondisi normal dan batas titik dianggap catat jika ada perubahan mencolok.
Tidak adanya kerusakan fisik: periksa casing, dudukan, dan bagian sekitar baterai; jangan nekat atau maksa gunakan jika terlihat retak, menggembung, atau bocor.
Membersihkan terminal: bersihkan debu atau kotoran dengan kain kering dan lembut saat motor dalam keadaan mati.
Konektor tidak berkarat: periksa perubahan warna atau karat, lalu segera tangani sesuai petunjuk pabrikan jika ditemukan.
Ruang baterai tetap kering: pastikan tidak ada air atau embun setelah kehujanan atau pencucian motor, dan keringkan sebelum baterai dipasang atau digunakan kembali.
Tidak mesti harus tiap hari melakukan itu semua, beberapa cukup sebulan sekali atau lebih seperti konektor, karena cukup jarang itu bisa berkarat dalam waktu kurang sebulan.
2. Simpan dengan baik
Simpan motor listrik di tempat yang layak, jangan di tempat yang terbuka saat cuaca panas atau hujan meskipun hanya diparkir sebentar.
Selama bisa parkir di tempat teduh mengapa harus di tempat yang kehujanan atau kepanasan?
Kalau bakal ga kepake, dan bakal disimpan dalam waktu lama tanpa digunakan, saran saya lepaskan sambungan koneksi baterai sebagai langkah pencegahan pengosongan daya akibat konsumsi arus pasif dari sistem kelistrikan.
Biasa punya motor lain sih kek gini, iseng beli yang listrik karena penasaran dan jarang kepake, seiring waktu bosan dan ga kepake. Kalau kasus umum ya punya anak paling, bepergian atau pulang kampung ditinggal aja biar sama orang tua berangkatnya.
Ini juga untuk menghindari terjadinya penurunan performa baterai, karena dalam jangka waktu yang umumnya saya temui itu sekitar 3 bulan ga kepake, motor listrik baterainya jadi mengalami deep discharge. Karena sistem elektronik tertentu masih menarik sedikit daya (parasitic drain), dan memang udah ada beberapa kasusnya ini, tapi saya ga mastiin ya karena ga pernah uji nyoba, apakah itu hanya kebetulan atau bukan, cuman alangkah baiknya ambil amannya aja.
Jadi gini saya coba lebih jelas, kan motor listrik konektor atau kabelnya masih nyambung tuh, berarti masih aktif, potensi risiko daya terkuras oleh sistem kelistrikan yang tetap aktif jadi ada. Nah di sinilah peran melepaskan kabel atau MCB atau konektor yang terhubung ke baterai, biar arus listrik langsung berhenti.
3. Periksa Kondisi Pelindung Tahan Air
Khusus yang abis nerobos banjir atau kehujanan, yang abis nyuci motornya masuk juga, mesti cek ricek sebelum hidupin molisnya, meliputi kondisi seal dan konektor, battery pack (yang diberi casing tertutup dan seal karet) masih bagus, memastikan konektor kabel tegangan tingginya menggunakan waterproof connector, port pengisian dayanya tertutup rapat (penutup karet atau tutup khusus buat portnya).
Perhatikan coba pas abis kehujanan atau dicuci, apakah ada tanda-tanda air masuk atau kelembapan berlebih, cek juga apakah ada bekas air yang menggenang di sekitar area pengisian. Kalau misalnya ada air yang numpuk atau seal karetnya udah mulai kendor, langsung bersihin dan keringin dulu sebelum dipake. Soalnya kalau air masuk ke komponen kelistrikan, bisa bikin korsleting atau malah rusak permanen komponennya. Terus pastiin juga semua tutup pelindung udah terpasang dengan benar dan rapat, jangan sampe ada celah yang bisa jadi jalan masuk air.
Apakah Pelindung Tahan Air Tetap Berfungsi? Nah ini penting banget nih, seal karet atau pelindung tahan air itu ga bakal awet selamanya. Lama-lama bisa kering, retak, atau kehilangan elastisitasnya gara-gara paparan panas matahari, debu, atau ya emang udah waktunya aus aja. Jadi rutin-rutin cek kondisinya kalau sering kena hujan. Kalau udah keliatan ada retakan kecil atau karetnya udah mengeras, mending langsung ganti aja daripada nunggu sampe bocor beneran. Harga seal karet atau tutup pelindung biasanya ga seberapa, jauh lebih murah dibanding harus ganti komponen elektronik yang rusak kena air.
Jangan anggep remeh pelindung-pelindung kecil ini, karena fungsinya sebutlah penyempurna buat jaga motor listrik tetep aman dari air, karena air bisa menjadi penghantar arus listrik, sekali lagi korsleting bisa terjadi.
Periksa komponen yang boleh jadi lembab kalo motor abis kena air, misal controller, display panel, dan saklar-saklar kecil di stang, itu rentan kena efek lembap. Coba perhatiin apakah ada kabut atau embun di balik layar display, atau ada bekas air di sekitar tombol-tombol. Kadang itu misal embun cukup dibersihkan dan dikeringkan pakai blower atau kalau yang agak ekstrem pake kompresor, tapi saya ga nyaranin tanpa tanya-tanya atau diskusi sama produsen dulu.
4. Beban Daya Maksimum
Jangan sering-sering diajak kerja keras motor listrik melebihi kemampuan speknya. Umumnya tiap produksi motor listrik udah ada tekanan atau beban daya maksimum, tujuannya di sini biar arus listrik yang dialirkan ke dinamo tidak overpower.
Logika dinamo sederhana, jalan datar, tenaga yang diperlukan ringan, tidak cepat panas. Saat di tanjakan yang curam, maka tenaga lebih besar yang diperlukan. Begitu pula beban besar. Jadi saat beban melebihi anjuran dari pihak pabrikan untuk spesifikasi, maka akan memperpendek usia baterai atau controllernya, di sisi lain efisiensi motor ikut menurun.
Salah satu sebab terasa ngempos adalah ini, memang bukan karena baterai habis, melainkan sistem mengurangi performa untuk melindungi komponen dari panas berlebih. Jadi jangan sering-sering melebihi kemampuan motor listriknya. Kalau motor yang didesain untuk tanjakan minimal, maka sebaiknya hindari yang curam.
5. Ban dan Rem
Ban sama rem berkaitan dengan keselamatan. Melakukan hal sepele seperti cek tekanan angin ban jika dirasa sudah lama tidak diisi angin, atau saat mau melakukan perjalanan jauh, merupakan bagian dari perawatan. Sepele kan? Coba gali lebih dalam. Ban kempes maka jadi terasa berat tarikannya, dampaknya kurang ngebut karena hambatan perputaran atau gliding yang kurang bagus dan tidak stabil.
Benang merahnya power jadi lebih ditingkatkan untuk memaksimalkan gliding ban, power berhubungan dengannya baterai. Akhirnya baterai jadi mesti menyalurkan tenaga ekstra hanya untuk mendapatkan kecepatan biasa di jalanan datar, dalam jangka panjang akan merugikan masa baterai, di sisi lain boros daya juga akselerasi melambat.
Kalau rajin, bisa cek petunjuk yang tertera di bodi motor atau buku manual untuk mengetahui minimal dan maksimal tekanan angin.
Tapak ban juga penting, kalau udah tipis atau gundul, pas kondisi jalanan lagi basah jadi agak licin, dampaknya ya ga usah lah disebutin, semua pasti udah pada tau. Saat menggunakan rem juga jadi kurang tajam, meskipun ketebalan kampas rem masih bagus.
Sebenarnya rem yang aus atau tapak ban yang sudah minta ganti itu bikin jarak pengereman lebih panjang. Ngerem maunya bisa berhenti dalam seperkian detik, tapi karena ban dan rem yang sudah kurang layak, atau salah satunya saja yang kurang layak, potensi seperkian detik itu jadi hilang.
Rem berhubungan dengan minyak rem, misal motor listrik pakai rem hidrolik, pastikan volume masih di batas aman dan warnanya masih jernih. Kalau udah keruh atau item, saatnya ganti, karena dapat mengindikasikan keausan kampas rem. Maaf jika saya ulang, rem yang pakem dan ban yang bagus itu berkaitan dengan keselamatan, bukan cuma soal kenyamanan.
6. Inspeksi Komponen Motor
Sesekali bawa ke teknisi motor listrik buat melakukan perawatan, termasuk cek kabel-kabel utama, meski ga bakal ada dalam jangka setengah tahun yang terkelupas, putus, atau isolasinya mulai rusak, karena memang tidak pernah diapa-apain jadi jarang kasus begitu, tapi bisa jadi karena namanya sering dibawa kabel jadi terkelupas atau salah satu yang di atas.
Memang hanya tindakan pencegahan, selama dipake tidak ada keluhan, memastikan keamanan adalah tindakan yang benar, kalau sudah rusak bisa bikin konsleting, turun performa, atau bahkan bikin motor mogok tiba-tiba.
Ini berhubungan sama sambungan-sambungan kabel, masih terpasang kencang atau udah mulai longgar. Konektor yang longgar bisa bikin aliran listrik ga stabil, pilihan tepat sesekali melakukan perawatan reguler.
Mengenai lampu, mungkin ga usah saya bahas, udah pasti kalian udah tau pentingnya lampu di jalanan, apalagi malam, tidak hanya untuk kenyamanan diri, tapi juga untuk pengendara lain, atau si hewan imut (kucing) yang lagi guling-guling di jalanan.
Kesimpulan
Merawat motor listrik bukan cuma soal mengisi daya, perawatan mencakup baterai, tempat penyimpanan, perlindungan dari air, batas beban kerja, ban, rem, kabel, konektor, dan komponen kelistrikan lainnya. Kebiasaan sederhana seperti tidak membiarkan baterai terlalu kosong, menjaga motor tetap kering, memeriksa tekanan ban, dan mengecek kabel dapat mencegah kerusakan besar, penurunan performa, serta biaya penggantian komponen yang mahal. Penggunaan berlebihan, beban berat, tanjakan curam, ban kempes, atau konektor yang bermasalah dapat membuat motor bekerja lebih keras, boros daya, cepat panas, dan memperpendek usia baterai maupun controller.
.png)
